PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
ARTIKEL ILMIAH
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
“Pengembangan Sistem Informasi”
Yananto Mihadi Putra,S.E.,M.Si.,CMA.

Disusun oleh :
Yustika Putri Priandani (43219110058)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MERCUBUANA
ABSTRAK
Sistem informasi mempunyai peranan yang sangat
penting, semakin pesat perkembangan suatu perusahaan maka sistem informasinya
juga mempunyai peranan yang semakin penting. Tuntutan keberadaan sistem
informasi yang semakin baik adalah akibat adanya tuntutan perkembangan
perusahaan, perkembangan teknologi, kebijakan pemerintah, perubahan prosedur
serta tuntutan kebutuhan informasi.
BAB I
PENDAHULUAN
Kata
infomasi sudah tidak asing lagi bagi setiap orang, hampir setiap hari
orang-orang mendapatkan informasi dari mana saja. Sebuah informasi sangatlah
dibutuhkan oleh setiap orang untuk mempermudah kelangsungan hidup, dengan
adanya informasi semua orang mengetahui hal-hal kecil hingga besar, dan dapat
mengatur kehidupannya sendiri. Begitupun bagi sebuah organisasi atau
perusahaan, informasi berguna untuk pengambilan keputusan atau pengendalian
baik di dalam organisasi atau perusahaan itu.
Informasi
yang baik dan akurat akan membuat sebuah organisasi atau perusahaan berkembang
menjadi lebih baik, karena dengan adanya informasi para pengelola dapat
mengenal lebih baik kondisi obyektif dari organisasi atau perusahaan.
Untuk
dapat menghasilkan sebuah informasi yang baik dan akurat maka dibutuhkan sebuah
sistem informasi yang baik pula. Sistem informasi adalah suatu sinergi antara
data, mesin pengolah data (yang biasanya meliputi komputer, program aplikasi
dan jaringan) dan manusia untuk menghasilkan informasi. Karena fungsi dari
sistem informasi itu adalah menyajikan atau memberikan infomasi, sehingga bila
sistem tersebut mengalami gangguan atau kerusakan maka sebuah informasi tidak
akan disajikan secara baik dan benar. Oleh karena itulah dibutuhkan
pengembangan sistem informasi guna memaksimalkan kinerja suatu sistem
informasi.
Pada
makalah ini penulis akan memfokuskan pada pengembangan sistem infomasi.
Pengembangan sistem infomasi ini mempunyai beberapa tujuan dan
prinsip-prinsipnya, selain itu pengembangan sistem informasi juga mempunyai
tahapan-tahapan sehingga akhirnya dapan meningkatkan kualitas informasi yang
dihasilkan.
BAB
II
PEMBAHASAN
PENGEMBANGAN
SISTEM INFORMASI
Informasi
menjadi penting, karena berdasarkan informasi para pengelola dapat mengetahui
kondisi obyektif organisasi dan perusahaannya. Sebuah sistem informasi
digunakan untuk mengatur manusia dan komponen-komponen mesin, dan
prosedur-prosedur yang saling berkaitan untuk mendukung kebutuhan informasi
atau bisnis pada sebuah organisasi dan para pengguna sistem. Hal yang dilakukan
agar sistem informasi dapat bekerja dengan baik dan sesuai dengan yang
diharapkan yaitu dengan melakukan pengembangan sistem informasi. Pengembangan
sistem informasi (systems devlopment) yaitu memperbaiki sistem sebelumnya atau
mengganti sistem yang sudah ada dengan suatu sistem yang baru, hal itu
dilakukan karena sistem sebelumnya memiliki masalah, tidak efisiennya operasi,
dan lain sebagainya. Pengembangan sistem informasi adalah aktivitas untuk
menghasilkan sistem informasi berbasis komputer untuk menyelesaikan persoalan
organisasi atau memanfaatkan kesempatan (oppurtinities) yang timbul dengan
menggunakan metode dan teknik tertentu.
TUJUAN DILAKUKANNYA
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
· Performance (kinerja), peningkatan
kinerja bertujuan untuk meningkatkan jumlah transaksi dengan waktu yang secepat
mungkin.
· Information (informasi), peningkatan
kualitas dari informasi tersebut sehingga akan menentukan kebijakan dari organisasi.
· Economy, meningkatkan keuntungan dengan
biaya yang minimum.
· Control (pengendalian), digunakan untuk
mengontrol atau mendeteksi adanya kesalahan pada suatu sistem.
· Efficiency (efisiensi), pemanfaatan
sumber daya semaksimal mungkin.
· Service, peningkatan layanan oleh
sebuah sistem.
PRINSIP PENGEMBANGAN
SISTEM INFORMASI
Ada
beberapa prinsip yang mempengaruhi pengembangan sistem informasi, yaitu:
1. Sistem yang digunakan adalah untuk
manajemen
Sebuah
sistem harus dapat mendukung segala kebutuhan yang diperlukan oleh manajemen.
2. Pemilik dan pengguna sistem harus
terlibat dalam pengembangan
Keterlibatan
pemilik pengguna sistem (system owner and user) adalah keharusan yang mutlak
untuk keberhasilan pengembangan sistem.
3. Sistem yang dikembangkan adalah investasi
modal yang besar
Modal
yang digunakan untuk mengembangkan sistem informasi tidak sedikit, apalagi
dengan digunakannya teknologi mutakhir. Seperti halnya dengan investasi modal
lainnya yang dilakukan oleh perusahaan, maka setiap investasi modal harus
mempertimbangkan 2 hal: semua alternatif yang ada harus diinvestigasi,
investasi yang terbaik harus bernilai.
4. Tentukan tahapan pengembangan
Penahapan
akan membuat proses pengembangan yang menjadi aktivitas-aktivitas yang lebih
kecil lebih mudah dikelola dan diselesaikan.
5. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang
yang terdidik
Orang
yang terlibat dalam pengembangan maupun penggunaan sistem informasi harus
merupakan orang yang terdidik tentang permaslahan-permasalahan yang ada dan
terhadap solusi-solusi yang mungkin dilakukan.
6. Proses pengambangan sistem tidak harus
urut
Langkah-langkah
harus dilakukan secara bersama-sama
7. Jangan takut membatalkan proyek
Keraguan
untuk terus melanjtkan proyek yang tidak layak lagi karena sudah terserapnya
dana ke dalam proyek ini hanya akan membunag dana dengan sia-sia.
8. Dokumentasi
Dokumentasi
sangat berguna untuk pengembangan sistem berikutnya. Dokumentasi seharusnya
dilakukan dari awal pengembangan sistem sampai proses tersebutselesai
dilakukan.
TIM PENGEMBANG
Pengembangan
sebuah sistem informasi harus dilakukan oleh orang-orang yang terdidik dan
kompeten. Tim itu terdiri atas:
1. Manajer Analis Sistem
2. Ketua Analis Sistem
3. Analis Sistem Senior
4. Analis Sistem Junior
5. Pemrogram Aplikasi Senior
6. Pemrogram Aplikasi Junior
Jumlah
personil tim dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan.
PENDEKATAN PENGEMBANGAN
SISTEM INFORMASI
1. Pendekatan Konvensional
Pemahaman
masalah didasarkan pada pelaksanaan prosedur kerja, pelaksanaan pengembangan
diawali dengan melihat alur dokumen dari satu bagian organisasi ke bagian
organisasi lainnya, selanjutnya ditentukan proses-proses pengolahan datanya.
Secara historis digunakan untuk mengembangkan sistem pengolahan transaksi yang
ada di sistem fisik.
2. Pendekatan Fungsional
Dekomposisi
permasalahan dilakukan berdasarkan fungsi atau proses secara hirarki, mulai
dari konteks sampai proses-proses paling kecil (top down). Pengembangan
dilaksanakan dengan melihat fungsi atau proses yang harus dilaksanakan oleh
sistem, data yang menjadi masukan dan keluaran, sumber dan tujuan data, serta
tempat penyimpanan data.
3. Pendekatan Struktur Data
Sudut
pandang pengembangan adalah struktur data dari dokumen masukan/keluaran yang
digunakan dalam sistem. Struktur tersebut kemudian dinyatakan secara hirarki
dengan menggunakan konstruksi sequence, selection, dan repetition sampai
terlihat proses pembentukannya.
4. Information Enginering
Sistem
dibangun berdasarkan kebutuhan informasi enterprise. Pelaksanaan pengembangan
diawali dengan proses perencanaan strategis informasi dan analisis wilayah
bisnis. Cakupan pengembangan adalah seluruh enterprise (enterprise-wide basis).
Mengaplikasikan teknik terstruktur dan automated tools
5. Pendekatan Objek
Sudut
pandang pengembangan sistem dilakukan berdasarkan objek-objek yang ada dalam
sistem. Sistem dipandang sebagai kumpulan objek yang mempunyai atribut (data)
dan operasi (layanan) yang saling berinteraksi satu dengan yang lain. Setiap
objek dalam sistem dapat menerima pewarisan (inheritance) dari objek lainnya.
Setiap objek dapat mempunyai kemampuan polimorisme.
TAHAPAN PENGEMBANGAN
SISTEM INFORMASI
Dalam
pengembangan sistem informasi memiliki beberapa tahap, diantaranya:
· Perencanaan Sistem
Merupakan
suatu rangkaian kegiatan sejak ide pertama yang melatarbelakangi pelaksanaan
pengembangan sistem tersebut dilontarkan. Dalam tahap ini sistem harus
mendapatkan perhatian yang sama besarnya dengan merencanakan proyek-proyek
besar lainnya, seperti perencanaan pengadaan perangkat jaringan teknologi
informasi (TI), rencana membangun gedung kantor 15 tingkat.
Keuntungan-keuntungan yang diperoleh jika proyek pengembangan sistem informasi
direncanakan secara matang, mencakup:
a. Ruang lingkup proyek dapat ditentukan
secara jelas dan tegas.
b. Dapat mengidentifikasi wilayah/area
permasalahan potensial.
c. Dapat mengatur urutan kegiatan.
d. Tersedianya sarana pengendalian.
· Analisis Sistem
Analisis
sistem adalah proses koleksi, pengaturan dan evaluasi fakta tentang informasi
yang dibutuhkan dan lingkungan tempat sistem akan dijalankan. Dalam rangka
pengumpulan fakta tentang informasi dan lingkungan sistem, diantaranya meliputi
hal-hal:
1. Latar belakang informasi, meliputi asal
informasi, pemakai dan beban pengunaan.
2. Prosedur, yaitu cara atau tugas yang
selama ini berjalan dan dikerjakan.
3. Aliran informasi, meliputi aliran data
informasi dari satu bagian ke bagian lain.
4. Penentuan masalah, yaitu melalui langkah
mulai dari penelaahan latar belakang informasi, prosedur dan aliran informasi,
maka akan dapat diketahui masalah yang ada.
Selanjutnya
dengan pengelompokan informasi dan data sesuai bidangnya, maka evaluasi pada
analisis sistem harus dapat memberi gambaran tentang:
a. Beban kerja
b. Pemanfaatan laporan
c. Pengumpulan data masukan
d. Analisa kode
e. File induk
f.
Prosedur dan aliran informasi
g. Penelaahan berapa biaya
· Rancangan Sistem
Rancangan
sistem ini meliputi kegiatan yang bertujuan untuk menggambarkan wujud sistem
yang akan dibuat, seperti halnya apabila kita akan membangun rumah, maka
rancangan sistem ini dapat kita analogikan dengan bentuk gambar rumah yang akan
kita bangun.
Gambar
dari rancangan sistem ini, pokok-pokoknya meliputi:
a. Tujuan
b. Spesifikasi keluaran
c. Spesifikasi masukan
d. Spesifikasi file induk
e. Prosedur dan aliran data
f. Analisis biaya manfaat
g. Persetujuan
Untuk
memperoleh rancangan yang baik, keterlibatan pada pemakai diperlukan. Hal ini
disebabkan karena tujuan utama adalah pemanfaatannya, disamping adanya proses
kreatif dari ahli teknis (Sabarguna, 2003). Dengan kata lain, keterlibatan
pemakai dari tahap analisis sampai rancangan sistem diperlukan untuk menjaga
agar sistem yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
· Pembangunan Fisik/Konstruksi
Berdasarkan
desain yang telah dibuat, konstruksi atau pengembangan sistem yang sesungguhnya
(secara fisik) dibangun. Tim teknis merupakan tulang punggung pelaksanaan tahap
ini, mengingat semua hal yang bersifat konseptual harus diwujudkan dalam suatu
konstruksi teknologi informasi dalam skala yang lebih detail. Dari semua tahap
yang ada, tahap konstruksi inilah yang biasanya paling banyak melihatkan sumber
daya terbesar, terutama dalam hal penggunaan SDM, biaya, dan waktu.
Pengendalian terhadap manajemen proyek pada tahap konstruksi harus diperketat
agar penggunaan sumber daya dapat efektif dan efisien. Bagaimanapun, hal ini
akan berdampak terhadap keberhasilan proyek sistem informasi yang diselesaikan
secara tepat waktu. Akhir dari tahap konstruksi biasanya berupa uji coba atas
sistem informasi yang baru dikembangkan.
· Implementasi Sistem
Pada
implementasi sistem, tahapan yang perlu diikuti antara lain:
a. Pembuatan program
b. Pelatihan
c. Konversi file
d. Uji coba sistem
e. Dokumentasi
Secara
umum, yang perlu diperhatikan adalah perangkat keras, perangkat lunak dan pemakai
agar bisa berjalan sesuai dengan tujuan dan diperoleh manfaat.
· Pemeliharaan Sistem
Sistem
yang telah terbentuk dan berjalan, harus dipelihara agar:
a. Bisa terus berjalan secara mulus.
b. Bila ada kerusakan kecil dapat segera
diketahui dan tidak menjadi besar.
c. Menjamin agar sistem yang ada bisa
dikendalikan dari kemungkinan kerusakan yang fatal.
Manfaat
pemeliharaan yang terarah sudah bisa dilihat, tetapi pelaksanaan sering tidak
semudah itu karena kemalasan atau karena alasan penghematan biaya. Padahal
pemeliharaan merupakan dasar penghematan biaya pada sektor perbaikan.
ALAT-ALAT DALAM
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Untuk
dapat melakukan langkah-langkah sesuai dengan metodologi pengembangan sistem
maka dibutuhkan beberapa alat berupa gambar, diagram, atau grafik. Contohnya:
· HIPO diagram
· Data Flow diagram
· Structured chart
· SADT diagram
· Warnier/Orr diagram
· Jakson’s diagram
Diagram-diagram
di atas digunakan untuk menggambarkan suatu metode tertentu, ada beberapa
grafik yang lebih bersifat umum, yaitu:
· Bagan untuk menggambarkan aktifitas
(activity charting), seperti bagan alir sistem, bagan alir program, bagan alir
kertas kerja, bagan alir hubungan database, bagan alir proses, dan Gantt chart.
· Bagan untuk menggambarkan tata letak.
· Bagan untuk menggambarkan hubungan
personil, seperti bagan distribusi kerja dan bagan organisasi.
KESIMPULAN
Informasi
sangat bermanfaat bagi manusia karena dapat membantu dalam pekerjaan
sehari-hari, dan teknologi informasi akan lebih membantu manusia untuk
mendapatkan banyak informasi. Walau begitu seiap pengguna teknologi informasi
harus menggunakannya dengan semestiya dan tidak merugikan siapapun.
Sebuah
informasi yang baik dapat dihasilkan oleh sebuah sistem informasi yang baik
pula. Pengembangan sistem informasi berguna untuk meningkatkan kualitas
informasi yang dihasilkan. Dengan melakukan pengembangan sistem informasi dapat
memperbaiki kesalahan-kesalahan atau problem pada sistem informasi dan dapat
menghemat biaya pengeluaran bagi sebuah perusahaan atau organisasi.
DAFTAR
PUSTAKA
http://ranifitriani00.blogspot.com/2014/12/makalah-pengembangan-sistem-informasi.html
https://srirahayuumk.blogspot.com/2017/03/tugas-pengembangan-sistem-informasi.html
Putra, Y. M. (2018). Pengembangan Sistem
Informasi. Modul Kuliah Sistem Informasi Manajemen. FEB-Universitas
Mercu Buana: Jakarta
Putra, Y. M., (2019). Analysis of Factors
Affecting the Interests of SMEs Using Accounting Applications. Journal of
Economics and Business
Komentar
Posting Komentar