Sistem Manajemen Basis Data
ARTIKEL ILMIAH
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
“Sistem Manajemen Basis Data”
Yananto Mihadi Putra,S.E.,M.Si.,CMA.

Disusun oleh :
Yustika Putri Priandani (43219110058)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MERCUBUANA
ABSTRAK
Dalam era global saat ini sistem informasi manajemen
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu organisasi dimana sistem
informasi yang menghasilkan hasil keluaran dengan menggunakan masukan dan
berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan dalam suatu kegiatan manajemen.
Sistem manajemen berbasis data adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang
dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap
data yang diminta banyak pengguna. Saat ini peranan data sangatlah menonjol.
Pemrosesan basis data menjadi perangkat andalan yang sangat diperlukan oleh
berbagai perusahaan. Basis data tidak hanya dapat mempercepat perolehan
informasi, tetapi juga meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Sistem
manajemen berbasis data mengorganisasikan volume data dalam jumlah besar yang
digunakan oleh perusahaan dalam transaksi-transaksinya sehari-hari. Data harus
diorganisasikan sehingga pada manajer dapat menemukan data tertentu dengan
mudah dan cepat untuk mengambil keputusan. Sedangkan data adalah bahan baku informasi
yang dikumpulkan dalam suatu basis data agar pengumpulan dapat dilaksanakan
secara efektif dan efesien diperlukan manajemen data. Manajemen data merupakan
bagian dari manajemen sumber daya informasi. Pengelolaan manajemen basis data
membutuhkan suatu perangkat untuk dapat mengelolanya sehingga manajemen basis
data dapat terus dikelola dan ditingkatkan kinerjanya. Basis data (Database)
adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang
lainya, database tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan
perangkat lunak.
Pendefinisian
basis data meliputi spesifikasi dari tipe data atau informasi yang akan
disimpan. Database meupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem
informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para
pengguna atau user. Penyusunan basis data meliputi memasukan data kedalam media
penyimpanan data dan diatur dengan menggunakan perangkat sistem manajemen basis
data (Database System DBMS). Manipulasi basis data meliputi proses pembuatan
pernyataan (query) untuk mendapatkan informasi tertentu, melakukan pembaruan
atau pergantian (update) data, serta pembuatan report data.
BAB
I
PEDAHULUAN
Sistem
manajemen basis data
mengorganisasikan volume data dalam jumlah
besar yang digunakan oleh perusahaan
dalam transaksi-transaksinya sehari-hari.
Data harus diorganisasikan sehingga
para
manajer dapat menemukan data tertentu
dengan mudah dan cepat untuk mengambil
keputusan. Perusahaan memecah keseluruhan
koleksi data menjadi sekumpulan tabel
data yang saling berhubungan,
kumpulan-kumpulan kecil data yang saling terhubung
ini akan mengurangi pengulangan data sehingga pada akhirnya
konsistensi dan
akurasi data makan meningkat.
Dewasa ini
sebagian besar
perusahaan menggunakan basis data yang
mengikuti suatu struktur relasional. Dua
alasan penting di balik penggunaan struktur ini
adalah bahwa struktur basis data
relasional mudah untuk digunakan dan hubungan di
antara
tabel di
dalam struktur bersifat implisit.
Kemudahan penggunaan
telah
memberanikan banyak manajer untuk menjadi
pengguna langsung dan sumber basis
data.
Meningkatnya arti penting basis data sebagai sumber daya yang mendukung
pengambilan keputusan
telah
mengharuskan
para
manajer
mempelajari
lebih
jauh
perancangan penggunaan
basis data. Dalam
makalah ini
penulis akan
mencoba
memaparkan mengenai bagaimana sistem
manajemen basis data
Sistem
manajemen basis data
mengorganisasikan volume data dalam jumlah
besar yang digunakan oleh perusahaan
dalam transaksi-transaksinya sehari-hari.
Data harus diorganisasikan sehingga
para
manajer dapat menemukan data tertentu
dengan mudah dan cepat untuk mengambil
keputusan. Perusahaan memecah keseluruhan
koleksi data menjadi sekumpulan tabel
data yang saling berhubungan,
kumpulan-kumpulan kecil data yang saling terhubung
ini akan mengurangi pengulangan data sehingga pada akhirnya
konsistensi dan
akurasi data makan meningkat.
Dewasa ini
sebagian besar
perusahaan menggunakan basis data yang
mengikuti suatu struktur relasional. Dua
alasan penting di balik penggunaan struktur ini
adalah bahwa struktur basis data
relasional mudah untuk digunakan dan hubungan di
antara
tabel di
dalam struktur bersifat implisit.
Kemudahan penggunaan
telah
memberanikan banyak manajer untuk menjadi
pengguna langsung dan sumber basis
data.
Meningkatnya arti penting basis data sebagai sumber daya yang mendukung
pengambilan keputusan
telah
mengharuskan
para
manajer
mempelajari
lebih
jauh
perancangan penggunaan
basis data. Dalam
makalah ini
penulis akan
mencoba
memaparkan mengenai bagaimana sistem
manajemen basis data
Sistem manajemen basis
data mengorganisasikan volume data dalam jumlah besar yang digunakan oleh
perusahaan dalam transaksi-transaksinya sehari-hari. Data harus diorganisasikan
sehingga para manager dapat menemukan data tertentu dengan mudah dan cepat
untuk mengambil keputusan. Perusahaan memecah keseluruhan koleksi data menjadi
sekumpulan tabel data yang saling berhubungan, kumpulan-kumpulan kecil data
yang saling terhubung ini akan mengurangi pengulangan data sehingga pada
akhirnya konsistensi dan akurasi data makin meningkat.
Sebagian besar perusahaan
menggunakan basis data yang mengikuti suatu struktur relasional. Dua alasan
penting di balik penggunaan struktur ini adalah bahwa struktur basis data
relasional mudah untuk digunakan dan hubungan diantara tabel didalam struktur
bersifat implisit. Kemudahan penggunaan telah memberanikan banyak manajer untuk
menjadi pengguna langsung dan sumber basis data.
Meningkatnya arti
penting basis data sebagai sumber daya yang mendukung pengambilan keputusan
telah mengharuskan para manajer mempelajari lebih jauh perancangan penggunaan
basis data.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Sistem Manajemen Basis Data
Pengertian sistem manajemen basis data adalah perangkat lunak sistem yang
memungkinkan para pemakai membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses sumber
data dengan cara praktis dan efisien. DBMS dapat digunakan untuk
mengakomodasikan berbagai macam pemakai yang memiliki kebutuhan akses yang
berbeda-beda. DBMS pada umumnya menyediakan fasilitas atau fitur-fitur yang
memungkinkan data dapat diakses dengan mudah, aman, dan cepat. Beberapa fitur
yang secara umum tersedia adalah:
- Keamanan
: DBMS menyediakan sistem pengamanan data sehingga tidak mudah diakses
oleh orang yang tidak memiliki hak akses.
- Independensi
: DBMS menjamin independensi antara data dan program, data tidak
bergantung pada program yang meng-akses-nya, karena struktur data-nya
dirancang berdasarkan kebutuhan informasi, bukan berdasarkan struktur
program. Sebaliknya program juga tidak bergantung pada data, sehingga
walaupun struktur data diubah, program tidak perlu berubah.
- Konkruensi
/ data sharing : data dapat diakses secara bersamaan oleh beberapa
pengguna karena manajemen data dilaksanakan oleh DBMS.
- Integritas
: DBMS mengelola file-file data serta relasi-nya dengan tujuan agar data
selalu dalam keadaan valid dan konsisten
- Pemulihan
: DBMS menyediakan fasilitas untuk memulihkan kembali file-file data ke
keadaan semula sebelum terjadi-nya kesalahan (error) atau gangguan baik
kesalahan perangkat keras maupun kegagalan perangkat lunak.
- Kamus /
katalog sistem : DBMS menyediakan fasilitas kamus data atau katalog sistem
yang menjelaskan deskripsi dari field-field data yang terkandung dalam
basisdata.
- Perangkat
Produktivitas : DBMS menyediakan sejumlah perangkat produktivitas sehingga
memudahkan para pengguna untuk menarik manfaat dari database, misalnya
report generator (pembangkit laporan) dan query generator (pembangkit
query / pencarian informasi).
Keunggulan penggunaan sistem manajemen basis data
antara lain sbb:
- Mengurangi
duplikasi data atau data redundancy
- Menjaga
konsistensi dan integritas data
- Meningkatkan
keamanan data
- Meningkatkan
effisiensi dan effektivitas penggunaan data
- Meningkatkan
produktivitas para pengguna data
- Memudahkan
pengguna dalam menggali informasi dari kumpulan data
- Meningkatkan
pemeliharaan data melalui independensi data
- Meningkatkan
pemakaian bersama dari data
- Meningkatkan
layanan backup dan recovery data
- Mengurangi
konflik antar pengguna data
Kelemahan penggunaan
sistem manajemen basis data antara lain sbb:
- Memerlukan
suatu skill tertentu untuk bisa melakukan administrasi dan manajemen
database agar dapat diperoleh struktur dan relasi data yang optimal
- Memerlukan
kapasitas penyimpanan baik eksternal (disk) maupun internal (memory) agar
DBMS dapat bekerja cepat dan efisien.
- Harga
DBMS yang handal biasanya sangat mahal
- Kebutuhan
akan sumber daya (resources) biasanya cukup tinggi
- Konversi
dari sistem lama ke sistem DBMS terkadang sangat mahal, disamping biaya
pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak, diperlukan pula biaya
pelatihan.
- Apabila
DBMS gagal menjalankan misinya maka tingkat kegagalan menjadi lebih tinggi
karena banyak pengguna yang bergantung pada sistem ini.
B.
Arsitektur
DBMS
Salah satu tujuan dari
DBMS adalah untuk menyediakan sarana antar muka (interface) dalam meng-akses
data secara efisien tanpa harus melihat kerumitan atau detail tentang cara data
direkam dan dipelihara. DBMS memiliki arsitektur untuk melakukan abstraksi dari
data sehingga dapat diperoleh independensi data-program.
Pada tahun 1975, badan
standarisasi nasional Amerika ANSI-SPARC (American National Standards Institute
– Standards Planning and Requirements Committee) menetapkan tiga level
abstraksi dalam database, yaitu:
1.
Level
Eksternal (external level) atau Level Pandangan (view level)
2.
Konseptual (conceptual level)
3.
Level
Internal (internal level) atau Level Fisik (physical level)
Level Eksternal adalah
level yang berhubungan langsung dengan pengguna database. Pada level ini
pengguna (user) hanya bisa melihat struktur data sesuai dengan keperluannya
sehingga setiap user bisa memiliki pandangan (view) yang berbeda dari user
lainnya. Pada level ini pula dimungkinkan pandangan user berbeda dengan
representasi fisik dari data, misalkan untuk data hari secara fisik data
direkam dalam bentuk kode (1, 2, 3, dst) sedang user melihat data dalam bentuk
teks nama hari (Ahad, Senin, Selasa, …). Data yang dilihat oleh user
seakan-akan berasal dari satu file, secara fisik mungkin diambil dari beberapa
file yang berelasi.
C.
Arsitektur
Sistem Manajemen Basis Data
Level Konseptual adalah
level dari para administrator database, pada level ini didefinisikan hubungan
antar data secara logik, sehingga diperlukan struktur data secara lengkap. Para
administrator database memahami bagaimana satu view dijabarkan dari beberapa
file data, demikian pula pada saat perancangan database mereka dapat saja
membagi data menjadi beberapa file agar dapat diakses dan disimpan secara
efisien
Level Internal adalah
level dimana data disimpan secara fisik dalam bentuk kode, teks, angka, bit.
Pada level ini didefinisikan allokasi ruang penyimpanan data, deskripsi data
dalam penyimpanan, kompressi data (agar lebih hemat), dan enkripsi data (agar lebih
aman).
Agar independensi data
dapat dicapai maka disediakan pemetaan antar lapisan (level), yatiu pemetaan
eksternal-konseptual dan pemetaan konseptual-internal. Pada pemetaan
eksternal-konseptual, DBMS dapat memetakan field-field data dari user-view ke
dalam struktur data yang sesungguhnya. Pada pemetaan konseptual-internal, DBMS
dapat menemukan rekaman fisik dari data yang didefinisikan pada struktur logik.
D.
Bahasa
DBMS
Implementasi bahasa
DBMS bervariasi sesuai dengan variasi perusahaan yang merancangnya, namun pada
prinsipnya bahasa ini bisa dikategorikan ke dalam tiga komponen bahasa, yaitu:
1.
Data
Definition/Decription Language (DDL)
2.
Manipulation Language (DML)
3.
Device
Control Media Language (DCML)
DDL adalah komponen
bahasa DBMS yang digunakan untuk mendefinisikan struktur data antara lain
perintah untuk membuat tabel baru (CREATE) dimana terdefinisi komponen/field
data dengan tipe dan panjangnya, mengubah index (INDEX, REINDEX) agar setiap
rekord dalam satu file data dapat diakses melalui indeks-nya, mengubah struktur
(MODIFY STRUCT) dari file data, dan sebagainya. Komponen bahasa ini banyak
digunakan oleh para administrator basisdata pada saat merencanakan atau
membangun file-file basisdata.
DML adalah komponen
bahasa DBMS yang digunakan untuk memanipulasi data, komponen ini diperlukan
oleh para pengguna untuk memanipulasi data, antara lain perintah-perintah untuk
melakukan hal-hal berikut ini:
1.
mengambil
data dari basisdata (LIST, DISPLAY)
2.
menambah
data kedalam basisdata (INSERT, APPEND)
3.
meremajakan
data yang ada dalam basisdata (UPDATE)
4.
menghapus
data yang tidak diperlukan (DELETE)
5.
meng-urutkan
data (SORT)
6.
menghitung
frekuensi data (COUNT)
7.
mencari
data (SEEK, FIND)
DML dapat dibedakan
atas dua macam, yaitu DML Prosedural dan DML Non-Prosedural. Pada DML
Prosedural ketika data akan dimanipulasi maka perintah harus disertai dengan
perintah-perintah bagaimana data diakses dari file database. Perintah DML
Prosedural biasanya termuat dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level
programming language) seperti COBOL, C, C++ dan sebagainya. Pada DML
non-Prosedural data dapat dimanipulasi langsung tanpa harus memerintahkan
bagaimana data dibaca dari file. Perintah DML non-Prosedural biasanya digunakan
dalam bahasa-bahasa DBMS seperti pada dBase, Access, Paradox, FoxPro, SQL, dan
sebagainya.
DCML adalah komponen
bahasa DBMS yang digunakan untuk mengatur perekaman atau penyimpanan data
secara fisik. Komponen bahasa DCML digunakan oleh operator-operator sistem
basisdata didalam mengatur file-file data secara fisik. Perintah-perintah yang
termuat dalam komponen ini, antara lain perintah perintah: merekam (Write
Record, Create Table), menghapus (Drop, Delete Table).
E.
Komponen
basis data
Secara umum DBMS
diartikan sebagai suatu program komputer ang digunakan untuk memasukan,
mengubah, menghapus, memanipulasi, dan memperoleh data / informasi dengan
praktis dan efisien.
Keunggulan DBMS :
1. Kepraktisan
2. Kecepatan
3. Mengurangi kejemuan
4. Kekinian
Komponen Utama DBMS
Komponen utama DBMS
dapat dibagi menjadi empat macam :
1. Perangkat keras,
2. Data, Data dalam
basis data mempunyai sifat terpadu (integrated) dan berbagi (shared)
3. Perangkat Lunak, dan
4. Pengguna.
F. Model
Basis Data
1. Model Hirarkis /
Model Pohon
2. Model Jaringan
3. Model Relasional
Model Relasional
merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah digunakan dan dipahami
oleh pengguna, serta merupakan model yang paling populer saat ini.
Model ini menggunakan
sekumpulan tabel berdimensi dua ( yang disebut relasi atau tabel ), dengan
masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut.
DBMS yang bermodelkan
relasional biasa disebut RDBMS (Relational Data Base Management System).
Ada Beberapa Sifat yang
melekat pada suatu relasi :
1. Tak ada tupel
(baris) yang kembar)
2. Urutan tupel
tidaklah penting
3. Setiap atribut
memiliki nama yang unik
4. Letak atribut bebas
( urutan atribut tidak penting)
5. Setiap atribut
memiliki nilai tunggal dan jenisnya sama untuk semua tupel.
Pada model relasional,
jumlah tupel suatu relasi disebut kardinalitas dan jumlah atribut suatu relasi
disebut derajat (degree) atau terkadang disebut arity. Relasi yang berderajat
saru (hanya memiliki satu atribut) disebut unary. Relasi yang berderajat dua
disebut binary dan relasi yang berderajat tiga disebut ternary. Relasi yang
berderajat n disebut n-ary. Istilah lainnya yang terdapat pada model relasional
adalah domain. Domain adalah himpunan nilai yang berlaku bagi suatu atribut.
Contoh produk DBMS
terkenal yang menggunakan model relasional antara lain adalah :
1. DB2 (IBM)
2. Rdb/VMS (Digital
Equipment Corporation)
3. Oracle (Oracle
Corporation)
4. Informix (Informix
Corporation)
5. Ingres (ASK Group
Inc)
6. Sybase (Sybase Inc)
Di lingkungan PC,
produk-produk berbasis relasional yang cukup terkenal antara lain adalah :
1. Keluarga R:Base
(Microrim Corp) antara lain berupa R:Base 5000
2. Keluarga dBase
(Ashton-Tate, sekarang bagian dari Borland International), antara lain dbase III Plus, dBase IV, serta Visual dBase
3. Microsoft SQL (
Microsoft Corporation)
4. Visual FoxPro
(Microsoft Corporation)
G.
Macam
– Macam Perintah Database
1. Bahasa Definisi Data
(Data Definition Language/ DDL)
DDL adalah
perintah-perintah yang biasa digunakan ileh administrator basis data (DBA)
utnuk mendefinisikan skema ke DBMS. Skema adalah deskripsi lengkap tentang
struktur medan, rekaman, dan hubungan data pada basis data
Index merupakan suatu
mekanisme yang lazim digunakan pada basis data, yang memungkinkan pengambilan
data dapat dilakukan dengan cepat.
2. Bahasa Manipulasi
Data (Data Manipulation laguage/ DML)
DML adalah
perintah-perintah yang digunakan untuk mengubah , mamnipulasi dan mengambil
data pada basis data. Tindakan seperti menghapus, mengubah, dan mengambil data
menjadi bagian dari DML. DML pada dasarnya dibagi menjadi dua :
– Prosedural, yang
menuntut pengguna menentukan data apa saja yang diperlukan dan bagaimana cara
mendapatkannya.
– Nonprosedural, yang
menuntut pengguna menentukan data apa saja yang diperlukan, tetapi tidak perlu
menyebutkan cara mendapatkannya.
3. DQL ( Data Query
Language)
Query sesungguhnya
berarti pertanyaan atau permintaan. Istilah ini tetap dipertahankan dalam
bentuk asli, karena telah populer di kalangan pengguna DBMS di Indonesia.
Ø
Data
Adalah unit informasi
dalam format tertentu. Semua software dibagi ke dalam dua kategori: data dan
program. Program adalah sekumpulan instruksi untuk memanipulasi data. Data
dapat berupa angka, teks pada kertas, bit atau byte yang tersimpan pada memori
elektronik, atau fakta yang ada pada pikiran manusia. Istilah data juga
digunakan untuk membedakan antara informasi biner yang dapat dibaca mesin dan
informasi tekstual yang dapat dibaca manusia. Sebagai contoh, beberapa aplikasi
membedakan file data (file yang mengandung data biner), dan file teks (file
yang mengandung data ASCII). Pada sistem manajemen basisdata (database management
systems), file data adalah file yang menyimpan informasi basisdata disamping
file-file lain seperti file indeks dan data dictionary yang disebut dengan
metadata.
Ø
BasisData
Basisdata adalah
sekumpulan informasi yang diatur dalam cara tertentu hingga sebuah program
komputer dapat dengan cepat memilih data yang diinginkan. Basisdata dapat
diibaratkan sebagai sistem pengarsipan elektronis. Basisdata tradisional
terdiri dari field, record, dan file. Field adalah item tertentu dari
informasi; record adalah sekumpulan field; dan file adalah kumpulan record.
Sebagai contoh, buku telepon dapat dianalogikan sebuah file yang terdiri dari
banyak record dan setiap record terdiri dari tiga field, yaitu nama, alamat,
dan nomor telepon. Konsep alternatif rancangan basisdata disebut hypertext.
Dalam basisdata hypertext, setiap obyek, apakah itu merupakan teks, gambar atau
film, dapat dihubungkan dengan obyek lainnya. Basisdata hypertext sangat
berguna untuk mengatur informasi yang sangat besar tetapi tidak digunakan dalam
analisis numerik. Untuk mengakses informasi dari basisdata, diperlukan data
base management system (DBMS). DBMS adalah kumpulan program yang memungkinkan
pengguna memasukan, mengatur, atau memilih data dari basisdata.
Ø
Bahasa
Query
Bahasa query (query
language) adalah bahasa khusus yang digunakan untuk melakukan query pada basis
data. Contoh penggunaan bahasa query adalah: SELECT ALL WHERE kota=”Yogyakarta”
AND umur<40. Query tersebut meminta semua record dari basis data yang sedang
digunakan (misalkan basisdata konsumen) yang bertempat tinggal di Yogyakarta
dan berumur lebih dari 40 tahun (kota dan umur adalah nama field yang telah
didefinisikan). Standar bahasa query yang banyak digunakan adalah SQL
(structured query language). Metode ini paling rumit tetapi paling fleksibel
dibandingkan metode query yang lain, query dengan parameter yang telah tersedia
dan query by example
Ø
DBMS
DBMS (database
management system) adalah sekumpulan program yang digunakan untuk menyimpan,
memodifikasi, dan mengekstrak informasi dari sebuah basisdata. Terdapat
berbagai DBMS, mulai dari yang dapat dijalankan pada PC sampai yang harus
dijalankan pada mainframe. Untuk mendapatkan informasi dari basisdata,
digunakan bahasa khusus dalam bentuk query. Setiap DBMS mendukung bahasa query
yang berbeda-beda.
Ø
Field
Field adalah item
tertentu dari informasi. Data mahasiswa, misalnya, mempunyai beberapa field
yang diantaranya adalah nama, nomor mahasiswa, tanggal lahir, dan alamat.
Setiap field mempunyai nama dan tipe (numerik atau teks). Dalam sistem
manajemen basisdata, terdapat tiga macam field: harus diisi (required), dapat
diabaikan (optional), dan merupakan penghitungan dari field lainnya
(calculated). Pengguna tidak dapat memasukan data pada jenis field yang
terakhir (calculated). Kumpulan field disebut record.
Ø
Query
Query adalah pertanyaan
atau permintaan informasi tertentu dari sebuah basisdata yang ditulis dalam
format tertentu. Terdapat tiga metode utama untuk membuat query:
1. dengan memilih
parameter yang telah disediakan pada menu. Metode ini paling mudah digunakan
namun paling tidak fleksibel karena pengguna hanya dapat menggunakan pilihan
parameter yang terbatas.
2. query by example
(QBE) adalah metode query yang disediakan sistem dalam bentuk record kosong dan
pengguna dapat menentukan field dan nilai tertentu yang akan digunakan dalam
query.
3. bahasa query (query
language) adalah bahasa khusus yang digunakan untuk melakukan query pada sebuah
basisdata. Metode ini paling rumit tetapi paling fleksibel.
Ø
SQL
SQL structured query
language adalah bahasa query yang di standarisasi untuk meminta informasi dari
sebuah basisdata. versi awal SQL adalah SQUEL Structured English Query Language
yang di rancang oleg IBM pada tahun 1974 dan 1975. SQL pertama kali di
perkenalkan sebagai system basisdata komersial pada tahun 1979 oleh oracle
corporation. awalnya, SQL merupakan bahasa query untuk sistem manajemen
bnasisdata yang berjalan pada minikomputer dan mainframe. namun sekarang, SQL
juga dapat di gunakan pada sistem manajemen basisdata pada PC karena mendukung
basisdata tersebar distributed database hal ini memungkinkan beberapa pengguna
pada local area network (LAN) mengakses basisdata yang sama secara simultan.
Basis data (bahasa
Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi
yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa
menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data
tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri
(query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management
system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
Istilah “basis data”
berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan
hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer.
Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi
industri yaitu dalam bentuk buku besar, kwitansi dan kumpulan data yang
berhubungan dengan bisnis.
Konsep dasar dari basis
data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan.
Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang
tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek
yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada
banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data:
ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan
sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua
informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel
terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi
matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan
nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model
jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar
tabel.
Istilah basis data
mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat
lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database
management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan
programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut
KESIMPULAN
Aplikasi ini telah
mampu untuk menghasilkan suatu keputusan yang tepat. Dengan memakai aplikasi
ini, kesalahan-kesalahan yang dilakukan ketika pengambilan keputusan seperti
keterlambatan dalam mengambil keputusan dapat berkurang. Memungkinkan
konsolidasi informasi keuangan perusahaan guna mempercepat proses pengambilan
keputusan di keseluruhan organisasi. Aplikasi dibuat fleksibel sehingga dapat
memungkinkan departemen untuk dapat mengubah nilai dari kriteria-kriteria yang
ada. Pengendalian proses keuangan perusahaan juga bisa diperketat. Perusahaan
memiliki kendali operasional yang lebih baik dan mampu menggabungkan banyak
aplikasi guna memastikan pendapatan yang lebih konsisten.
DAFTAR
PUSTAKA
https://www.researchgate.net/publication/328289069_Sistem_Manajemen_Basis_Data
https://www.researchgate.net/publication/332446181_ARTIKEL_SISTEM_MANAJEMEN_BERBASIS_DATA
https://blud.co.id/wp/2017/20/pengertian-sistem-manajemen-basis-data/
https://wandi2305.wordpress.com/sistem-manajemen-basis-data/
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_basis_data
Komentar
Posting Komentar