SISTEM INFORMASI UNTUK PERSAINGAN KEUNGGULAN
ARTIKEL ILMIAH
Yananto Mihadi Putra,S.E.,M.Si.,CMA.
” Sistem Informasi Untuk Persaingan Keunggulan “

Disusun oleh :
Yustika Putri Priandani (43219110058)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MERCUBUANA
ABSTRAK
Keunggulan kompetitif tidak hanya dapat
dicapai melalui pengelolaan sumber daya fisik, akan tetapi sumber daya virtual
ternyata juga dapat memainkan peranan yang besar. Michael E. Porter diakui
sebagai orang yang paling banyak mengungkapkan konsep keunggulan kompetitif dan
mengontribusikan pemikiran-pemikiran mengenai rantai nilai (value chain)
dan sistem nilai (value system), yang setara dengan melihat sesuatu
secara sistem atas perusahaan dan lingkungannya. Para eksekutif perusahaan
dapat menggunakan informasi tersebut untuk mendapatkan keunggulan strategis,
taktis, dan operasional.
BAB I
PENDAHULUAN
Peran sistem informasi dalam suatu organisasi
sangat diperlukan untuk mendukung mendukung strategi bersaing bisnis sehingga
keuntungan dapat diraih. Pemanfaatan sistem informasi dalam suatu organisasi
dapat optimal apabila direncanakan dengan baik dalam suatu perencaan srategis.
Salah satu stretegi dalam meningkatkan daya saing adalah melalui pengembangan
peran sistem informasi dalam perusahaan. Jika sebelumnya peranan sistem
informasi hanya sebagai proses penunjang saja dalam memperoleh data
dengan titik berat pasa efisiensi biya operasional minimalisasi risiko operasi
dari berbagai fungsi perusahaan, maka pada saat ini peranannya telah berubah
menjadi alat stratergik dalam perusahaan untuk meningkatkan kemampuan
bersaingnya.
Secara khusus dapat dinyatakan bahwa
penyusunan dan pengembangan perencanaan strategi informasi merupakan upaya
peningkatan peranan fungsi dan nilai sistem informasi setiap unit kegiatan
manajemen dan operasinal perusahaan untuk meningkatkan kemampuan bersaingnya.
Perencanaan yang sering dilakukan oleh suatu
perusahaan, terutama sebelum mengambil suatu keputusan. Dengan dilakukannya
perencanaan maka diharapkan hasil atau target yang ingin dicapai mempunyai
gambaran berdasarkan tolak ukur dari perencanaan yang telah dilakukan
sebelumnya. Untuk melakukan perencanaan, dapat didukung oleh dua faktor, yaitu
computer dan komunikasi terutama dari pihak-pihak yang terkait dalam hal yang
ingin dilakukan. Kedua faktor tersebut dapat menggunakan tegnologi sistem
informasi sebagai penunjangnya.
Keunggulan
kompetitif adalah keunggulan yang dimiliki oleh perusahaan dimana keunggulannya
dipergunakan untuk berkompetisi dan bersaing dengan perusahaan lainnya untuk
meningkatkan value (nilai) perusahaan baik dalam hal peningkatan laba maupun
citra perusahaan. Contoh perusahaan-perusahaan telekomunikasi berusaha untuk
mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya dengan cara berkompetisi sesuai dengan
keunggulan yang dimilikinya.
Dalam
upaya mencapai keunggulan kompetitif, perusahaan harus menghadapi
tantangan bahkan tekanan-tekanan internal dan eksternal perusahaan. Salah
satu pendekatannya adalah bagaimana mengefektifkan potensi sumberdaya yang ada,
bisa melalui peningkatan kualitas produk dan layanan kepada pelanggan, maupun
melalui pemanfaatan kemajuan teknologi informasi.
Strategi
bersaing merupakan upaya mencari posisi bersaing yang menguntungkan dalam suatu
industry. Strategi bersaing bertujuan membina posisi yang menguntungkan dan
kuat dalam melawan kekuatan yang menentukan persaingan dalam industri.
Kompetisi
merupakan karakteristik positif dalam bisnis, persaingan alami dan sehat
adalah pendukung majunya suatu
pasar. Persaingan ini mendorong upaya untuk mendapatkan
keunggulan kompetitif di pasar, oleh karenanya diperlukan
kemampuan kompetitif yang signifikan pada berbagai bagian dari
perusahaan. Hal ini ditujukan untuk menjaga bisnis terhadap
ancaman pendatang baru.
BAB III
PEMBAHASAN
A. SISTEM
INFORMASI UNTUK PERSAINGAN KEUNGGULAN
Peranan
teknologi informasi bagi perusahaan sangatlah penting. Penerapan
teknologi informasi pada tiap perusahaan atau organisasi tentunya memiliki
tujuan yang berbeda karena penerapan TI pada suatu organisasi adalah untuk
mendukung kepentingan usahanya. Apalagi dengan kondisi saat ini, dengan
persaingan dan fluktuasi dunia bisnis yang tinggi sehingga penerapan TI bukan
hanya sebagai supporting tools saja, tetapi menjadi strategic tools, dimana
fungsi dan perannya lebih komprehensif dan lebih luas terkait pada visi, misi
dan tujuan perusahaan. Namun seringkali penerapan TI menjadi gagal karena
banyak proyek TI yang selalu tertunda dan berlarut-larut sehingga telah
menghabiskan banyak dana tetapi tidak membuahkan hasil. Struktur organisasi
bisnis dan proses manajemen yang baik juga merupakan kunci sukses keberhasilan
penerapan TI, sehingga faktor leadership menjadi tantangan sekaligus hambatan
pada banyak perusahaan karena terkadang eksekutif puncak tak memiliki visi
terhadap investasi TI-nya. Dengan bertumbuhnya tingkat persaingan di lingkungan
global, maka terdapat beberapa tekanan bagi banyak organisasi bisnis atau
perusahaan untuk membuat kegiatan operasi dan strategi yang lebih efektif dan
efisien. Sistem informasi adalah seperangkat alat yang dapat meningkatkan daya
saing dan mendapatkan informasi yang lebih baik untuk pengambilan keputusan.
Oleh karena itu, banyak organisasi bisnis memutuskan untuk mengimplementasikan
sistem informasi dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi
perusahaan. Selain itu, penerapan sistem informasi manajemen memberikan
pengaruh dalam sebuah organisasi bisnis, dan pengaruh ini berhubungan dengan
proses bisnis perusahaan.
Adapun strategi yang digunakan suatu
perusahaan ada 6, akan tetapi strategi tersebut dibagi lagi menjadi 2 bagian,
yaitu:
1. Mengatasi tekanan bersaing dengan
teknologi informasi
• Meningkatkan operasional bisnis.
Penggunaan
teknologi informasi untuk peningkatan operasional perusahaan dapat
mengakibatkan dampak strategik yang banyak, investasi di dalam teknologi
informasi dapat membantu perusahaan menjadi lebih efisien. Peningkatan di dalam
proses bisnis dapat membuat perusahaan memotong biaya dengan besar. Maka dari
itu diperlukan adanya perubahan proses bisnis.
Perubahan
proses bisnis dan operasional yang efisien dapat membuat biaya menjadi rendah
sehingga konsep lowercost leadership strategis dapat terlaksana. Bagaimanapun
juga suatu perusahaan justru memutuskan untuk menggunakan operasional yang
efisien untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan dengan pilihan suatu produk
strategi differensiasi.
•Promosi inovasi bisnis.
Investasi
dalam teknologi sistem informasi dapat mengembangkan suatu produk yang unik
dalam pelayanan atau proses. Disini dapat menciptakan suatu peluang bisnis baru
dan suatu perusahaan mampu untuk berkembang masuk ke dalam pasar yang baru atau
ke dalam segment baru dari pasar yang ada.
•Mengikat supplier dan pelanggan atau
berhubungan dengan pelanggan dan supplier.
2.
Membangun keintiman dengan pelanggan.
•Meningkatkan barries to entry.
Manfaat yang
diperoleh dari strategi ini adalah meningkatnya market share. Dengan melakukan
investasi dalam teknologi informasi untuk meningkatkan operasi atau untuk
menyebarkan inovasi, perusahaan juga membangun halangan untuk menunda
perusahaan lainnya untuk memasuki pasar.
•Membangun strategis dengan platform
teknologi informasi.
Maksudnya
perusahaan membangun strategi perusahaan dengan menggunakan dan memanfaatkan
teknologi informasi, seperti Leverage investment sistem informasi, manusia,
hardware, software dan jaringan dari penggunaan operasional sampai pada
aplikasi strategis.
•Membangun strategi berbasis informasi.
Strategi
ini digunakan dengan menggunakan teknologi informasi untuk mendukung perusahaan
dalam keunggulan bersaing.
Adapun strategi
lainnya yang dapat digunakan dalam keunggulan suatu sistem informasi yaitu:
1. Mengembangkan
suatu sistem informasi antar perusahaan yang kenyamanan dan efisiensinya dapat
meniciptakan biaya perpindahan yang akan mengunci para pelanggan dan pemasok di
dalamnya.
2. Lakukan investasi
besar dalam aplikasi TI canggih yang dapat membangun halangan pihak luar untuk
masuk ke industri tersebut.
3. Masukkan
berbagai komponen TI dalam produk dan jasa untuk membuat pengganti dari produk
atau jasa sejenis menjadi lebih sulit.
4. Dorong investasi
untuk ahli-ahli sistem informasi, hardware, software, database, dan jaringan
dari penggunaan operasional menjadi aplikasi strategis.
Peranan
dan fungsi utama dari sistem informasi
1.
Mendukung Operasi Bisnis .
Mulai dari akuntansi sampai dengan penelusuran
pesanan pelanggan, sistem informasi menyediakan dukungan bagi manajemen dalam
operasi/kegiatan bisnis sehari-hari. Ketika tanggapan/respon yang cepat menjadi
penting, maka kemampuan Sistem Informasi untuk dapat mengumpulkan dan
mengintegrasikan informasi keberbagai fungsi bisnis menjadi kritis/penting.
2.
Mendukung Pengambilan Keputusan Managerial.
Sistem informasi dapat mengkombinasikan
informasi untuk membantu manager menjalankan menjalankan bisnis dengan lebih
baik, informasi yang sama dapat membantu para manajer mengidentifikasikan
kecenderungan dan untuk mengevaluasi hasil dari keputusan sebelumnya. Sistem
Informasi akan membantu para manajer membuat keputusan yang lebih baik, lebih
cepat, dan lebih bermakna.
3.
Mendukung Keunggulan Strategis.
Sistem informasi yang dirancang untuk
membantu pencapaian sasaran strategis perusahaan dapat menciptakan keunggulan
bersaing di pasar.
B. Proses
Penerapan Implementasi yang Terjadi di Lapangan.
-
Tahapan Implementasi Sistem Informasi
Implementasi Sistem mempunyai 4 tahap,
yaitu :
1. Membuat
dan menguji basis data & jaringan.
Penerapan sistem
yang baru atau perbaikan sistem dibuat pada basis data dan jaringan yang telah
ada. Jika penerapan sistem yang baru memerlukan basis data dan jaringan yang
baru atau dimodifikasi, maka sistem yang baru ini biasanya harus
diimplementasikan sebelum pemasangan program komputer.
2. Membuat
dan menguji program.
Merupakan tahap
pertama untuk siklus pengembangan sistem yang spesifik bagi programer.
Bertujuan untuk mengembangkan rencana yang lebih rinci dalam pengembangan dan
pengujian program komputer yang baru.
3. Memasang
dan menguji sistem baru.
Tahap ini dilakukan untuk menyakinkan
bahwa kebutuhan integrasi sistem baru terpenuhi.
-
Implementasi Proses Sistem informasi Persaingan Keunggulan
·
Membuat Bisnis Plan tentang rencana jangka
panjang yang hendak dicapai oleh perusahaan
·
Menyusun Standart Operating Prosedur
Keuangan dan Operasional : Sistem yang terdiri dari langkah-langkah atau
teknik-teknik yang berkesinambungan yang menjabarkan secara detail bagaimana
pelaksanaan suatu tugas tertentu
·
Menyusun Budget : Perencanaan Anggaran
Pendapatan dan Beban untuk masa yang akan datang misalnya selama periode 5
tahun.
·
Menyusun Program Job Description yang
jelas dan terarah; seluruh kegiatan operasional perusahaan saling berintegrasi
untuk mencapai tujuan perusahaan.
C. Hambatan
dan Tantangan
Tantangan dalam implementasi pengembangan
system informasi adalah orang-orang yang terlibat dalam pengembangan system
informasi yaitu departemen operasional sebagai end-user dan IT sebagai
pengembang dan tentu saja sebagai support dan manajemen sebagai leader yang
membuat definisi goal yang akan dicapai. Jika system yang akan
di-implementasikan adalah system informasi yang terintegrasi maka tantangannya
akan sangat besar karena meliputi keseluruhan organisasi yang bisa saja
melibatkan pihak eksternal.
KESIMPULAN
Jika sistem informasi diterapkan dengan
benar pada sebuah perusahaan, maka akan memiliki efek dan manfaat masing-masing
sesuai dengan sistem yang diterapkan. Karena hal inilah yang membuat perusahaan
yang menerapkannya lebih maju daripada organisasi bisnis atau perusahaan
lainnya dari segala bidang, karena dengan penerapan sistem informasi pada
sebuah perusahaan sangat berguna untuk menunjang kinerja perusahaan menjadi
jauh lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Putra, Y. M., (2018). Sistem Informasi Untuk Persaingan Keunggulan . Modul
Kuliah Sistem Informasi Manajemen. FEB-Universitas Mercu Buana:
Jakarta
https://efrizalzaida.wordpress.com/2013/09/09/sistem-informasi-untuk-keunggulan-kompetitif/
https://yantirr.blogspot.com/2019/03/sistem-informasiuntuk-persaingan.html
Komentar
Posting Komentar