TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN: KEAMANAN INFORMASI DALAM PEMANFATAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA PT INDOSAT
ARTIKEL ILMIAH
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
“KEAMANAN INFORMASI
DALAM PEMANFATAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA PT INDOSAT”
Yananto Mihadi Putra,S.E.,M.Si.,CMA.

Disusun oleh :
Yustika Putri Priandani (43219110058)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MERCUBUANA
ABSTRAK
Informasi
saat ini sudah menjadi sebuah komoditi yang sangat penting.Kemampuan untuk
mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat
esensial bagi sebuah organisasi, baik yang berupa organisasi komersial
(perusahaan), perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, maupun individual.Hal ini
dimungkinkan dengan perkembangan pesat
di bidang teknologi komputer dan telekomunikasi .
Sangat
pentingnya nilai sebuah informasi menyebabkan sering kali informasi diinginkan
hanya boleh diakses oleh orang-orang tertentu. Jatuhnya informasi ke tangan
pihak lain (misalnya pihak lawan bisnis) dapat menimbulkan kerugian bagi
pemilik informasi. Sebagai contoh, banyak informasi dalam sebuah perusahaan
yang diperbolehkan diketahui oleh orang-orang tertentu di dalam perusahaan
tersebut, seperti misalnya
informasi tentang produk
yang sedang dalam
development, algoritma-algoritma dan teknik-teknik yang digunakan untuk
menghasilkan produk tersebut. Untuk itu keamanan dari sistem informasi yang
digunakan harus terjamin dalam batas yang dapat diterima.
Keamanan
informasi menggambarkan usaha untuk melindungi komputer dan non peralatan
komputer, fasilitas, data, dan informasi dari penyalahgunaan oleh orang yang
tidak bertanggungjawab.Keamanan informasi dimaksudkan untuk mencapai
kerahasiaan, ketersediaan, dan integritas di dalam sumber daya informasi dalam
suatu perusahaan.Masalah keamanan informasi merupakan salah satu aspek penting
dari sebuah sistem informasi.Akan tetapi, masalah keamanan ini kurang mendapat
perhatian dari para pemilik dan pengelola sistem informasi.Informasi saat ini
sudah menjadi sebuah komoditi yang sangat penting.Bahkan ada yang mengatakan
bahwa kita sudah berada di sebuah “information-based society”.Kemampuan untuk
mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat
essensial bagi suatu organisasi, baik yang berupa organisasi komersial
(perusahaan), perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, maupun individual
(pribadi).Hal ini dimungkinkan dengan perkembangan pesat di bidang teknologi
komputer dan telekomunikasi.
BAB I
PENDAHULUAN
Keamanan
informasi ditujukan untuk mendapatkan kerahasiaan, ketersediaan, serta
integritas pada semua sumber daya informasi perusahaan bukan hanya peranti
keras dan data. Manajemen keamananinformasi terdiri atas perlindungan harian,
yang disebut manajemen keamanan informasi (information security managemen) dan
persiapan-persiapan operasional setelah suatu bencana, yang disebut dengan
manajemen keberlangsungan bisnis (business continuity managemen).
Dua
pendekatan dapat dilakukan untuk menysun strategi-strategi ISM: manajemen
resiko dan tolok ukur. Perhatian akan ancaman dan risiko berhbungan dengan
manajemen resiko.ancaman dapat bersifat internal atau eksternal, tidak
disengaja atau disengaja. Risiko dapat mencakup insiden pengungkapan,
penggunaan, dan modifikasi yang tidak diotorisasi serta pencurian,
penghancuran, dan penolakan layanan. Ancaman yang paling ditakuti adalah virus
computer. Ada tiga jenis pengendalian yang tersedia yaitu: pengendalian teknis, pengendalian formal, dan pengendalian
informal.
Manajemen
keberlangsungan bisnis terdiri atas seperangkat subrencana untuk menjaga
keamanan karyawan, memungkinkan keberlangsungan operasional dengan cara
menyediakan fasilitas mengembangkan rencana kontinjensi baru tidak harus dari
awal; beberapa model berbasis peranti lunak tersedia, seperti halnya garis
besar dan panduan dari pemerintah.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN KEAMANAN
Keamanan sistem adalah sebuah sistem yang digunakan untuk
mengamankan sebuah komputer dari gangguan dan segala ancaman yang
membahayakan yang pada hal ini keamanannya melingkupi keamanan data atau
informasinya ataupun pelaku sistem (user). Baik terhindar dari ancaman dari
luar, virus. Spyware, tangan-tangan jahil pengguna lainnya dll. Sistem komputer
memiliki data-data dan informasi yang berharga, melindungi data-data ini dari
pihak-pihak yang tidak berhak merupakan hal penting bagi sistem operasi. Inilah
yang disebut keamanan (security). Sebuah sistem operasi memiliki beberapa
aspek tentang keamanan yang berhubungan dengan hilangnya data-data. Sistem
komputer dan data-data didalamnya terancam dari aspek ancaman (threats), aspek
penyusup (intruders), dan aspek musibah.
B. MANFAAT
KEAMANAN SISEM INFORMASI
Pada perusahaan yang memiliki sumberdaya yang besar berupa bahan
baku, sumberdaya manusia, maupun barang jadi sudah saatnya menggunakan
sistem komputerisasi yang terintegrasi agar lebih effisien dan effektif
dalam memproses data yang dibutuhkan. Sistem Informasi dalam suatu perusahaan
bertujuan untuk mencapai tiga manfaat utama: kerahasiaan, ketersediaaan, dan
integrasi.
1. Kerahasiaan. Untuk
melindungi data dan informasi dari penggunaan yang tidak semestinya oleh
orang-orang yang tidak memiliki otoritas. Sistem informasi eksekutif, sumber daya
manusia, dan sistem pengolahan transaksi, adalah sistem-sistem yang terutama
harus mendapat perhatian dalam keamanan informasi.
2. Ketersediaan. Supaya data
dan informasi perusahaan tersedia bagi pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk
menggunakannya.
3. Integritas. Seluruh sistem
informasi harus memberikan atau menyediakan gambaran yang akurat mengenai
sistem fisik yang mereka wakili
C. JENIS UKURAN-UKURAN KEAMANAN SISTEM
INFORMASI
Untuk melindungi sumberdaya organisasi, suatu perusahaan harus
menerapkan beragam jenis ukuran keamanan. Ukuran keamanan yang memadai
memungkinkan perusahaan:
1. melindungi fasilitas
komputernya dan fasilitas fisik lainnya.
2. Menjaga integritas dan
kerahasiaan file data.
3. Menghindari kerusakan serius
atau kerugian-kerugian karena bencana
Ukuran keamanan fokus
pada:
1. keamanan
fisik dan
2. keamanan
data/informasi.
Kemanan fisik
dikelompokkan atas:
1. Kemanan
untuk sumberdaya fisik selain fasilitas komputer
2. Keamanan
untuk fasilitas perangkat keras komputer.
Ukuran keamanan
spesifik
Untuk setiap keamanan fisik dan keamanan data/informasi, maka
ukuran-ukuran keamanan harus ditetapkan untuk:
1. Melindungi
dari akses yang tidak diotorisasi/diijinkan
2. Perlindungan
terhadap bencana
3. Perlindungan
terhadap kerusakan atau kemacetan
4. Perlindungan
dari akses yang tidak terdeteksi
5. Perlindungan
terhadap kehilangan atau perubahan-prubahan yang tidak seharusnya
6. Pemulihan
atau rekonstruksi data yang hilang
D. KEAMANAN UNTUK SUMBER DAYA FISIK
NON KOMPUTER
1. Sumberdaya fisik
nonkomputer misalnya kas, sediaan, surat-surat berharga sekuritas, aktiva tetap
perusahaan, atau arsip-arsip dalam lemari arsip.
2. Perlindungan dari akses
yang tidak diijinkan
a) Akses ke aktiva fisik non komputer
harus dibatasi atau dijaga dari pihak-pihak yang tidak diijinkan/diotorisasi.
b) Kas harus disimpan dalam kotak terkunci (brankas) dan
hanya boleh diakses oleh orang-orang yang diijinkan.
c) Menetapkan penjaga untuk sediaan yang
disimpan digudang atau aktiva yang ada digedung administrasi atau pabrik.
d) Membuat pagar untuk wilayah-wilayah tempat
penyimpanan aktiva.
e) Membuat alarm, monitor TV atau lemari
arsip yang terkunci.
3. Perlindungan dari Bencana
Melengkapi gudang
dengan peralatan-peralatan pencegah api dan menyimpan kas pada tempat yang
tahan api
4. Perlindungan dari kerusakan
dan kemacetan
Melakukan pemeliharaan
rutin atas aktiva-aktiva operasi, seperti mesin, mobli dan lain-lain
E. KEMANAN UNTUK PERANGKAT KERAS
KOMPUTER
1. Perlindungan dari akses orang yang
tidak diijinkan
a) Pusat fasilitas komputer harus diisolasi,
lokasi tidak bisa dipublikasi dan tidak tampak dari jalan umum.
b) Akses fisik ke fasilitas komputer dibatasi
pada orang yang diotorisasi, misalnya operator komputer, pustakawan, penyelia
pemrosesan data atau manajemen sistem informasi.
c) Penjaga keamanan dan resepsionis
ditempatkan pada titik-titik strategis.
d) Memakai alat scanning elektronik
e) Pintu terkunci ke ruangan komputer dan
titik pemasukan data yang hanya bisa dibuka dengan kartu berkode
magnetik.
f) Alarm, apabila ada pihak yang tidak
diotorisasi masuk.
2. Perlindungan dari bencana
a) Fasilitas komputer diatur kelembaban
dan suhu ruangannya.
b) Untuk menghindari kerusajkan karena air,
maka lantai, dinding dan atap harus tahan air.
c) Membuat detektor asap atau detektor
api
d) Untuk mainframe, maka sebaiknya disediakan
generator ataupun UPS
3. Perlindungan dari kerusakan dan
kemacetan
Membuat rencana backup
file
F. KEMANAN UNTUK DATA DAN INFORMASI
1. Perlindungan dari akses orang yang
tidak diotorisasi terhadap data
a) Isolasi, data dan informasi yang
rahasia dan penting bagi operasi perusahaan diisolasi secara fisik untuk
melindungi dari akses yang tidak diotorisasi.
b) Otentifikasi dan otorisasi pengguna.
Misalnya dengan membuat daftar pengendalian akses (ACL), membuat
password, Automatic lockout, Callback procedure, keyboard lock.
c) Peralatan komputer dan
terminal dibatasi penggunaannya. MIsalnya: suatu terminal dibatasi hanya bisa
memasukkan transaksi tertentu sesuai dengan fungsinya. Bagian gudang hanya bisa
memasukkan dan memutakhirkan data sediaan setelah memasukkan password atau
username. Peralatan komputer dan terminal juga akan terkunci otomatis bila jam
kerja telah selesai.
d) Enskripsi. Untuk mencegah
pengganggu (intruder) memasuki jaringan komunikasi data dan menyadap data, maka
data rahasia yang ditransmisikan melalui jaringan dilindungi dengan enkripsi
(data dikodekan dan apabila telah sampai kode tersebut dibuka ditempat tujuan).
Terdapat dua jenis enskripsi:private key encryption & Public Key
Encryption.
e) Destruksi. Untuk mencegah
pihak yang tidak diijinkan mengakses data, data rahasia harus segera
dihancurkan ketika masa penggunaannya selesai. Untuk hasil cetakan, segera
dihancurkan melalui alat penghancur kertas.
2. Perlindungan dari akses data dan
informasi yang tidak bisa dideteksi
a) Membuat access log (log
akses), merupakan komponen keamanan sistem pengoperasian, mencatat
seluruh upaya untuk berinteraksi dengan basis data/database. Log ini
menampilkan waktu, tanggal dan kode orang yang melakukan akses ke
basis data. Log ini menghasilkan jejak audit yang harus
diperiksa oleh auditor internal atau administratur keamanan untuk menetapkan
ancaman-ancaman yang mungkin terhadap keamanan sistem informasi.
b) Console log Cocok bagi komputer
mainframe yang menggunakan pemrosesan tumpuk. Console log mencatat
semua tindakan yang dilakukan sistem operasi dan operator
komputer.Console log mencatat seluruh tindakan yang dilakukan sistem operasi
dan operator komputer, seperti permintaan dan tanggapan yang dibuat selama pelaksanaan
pemrosesan dan aktivitas lainnya.
c) Perangkat lunak pengendalian
akses, Beberapa perangkat lunak berinteraksi dengan sistem operasi
komputer untuk membatasi dan memantau akses terhadap file dan data.
d) Log perubahan program dan sistem.
Log perubahan program dan sistem dapat memantau perubahan terhadap
program, file dan pengendalian. Manajer pengembangan sistem memasukkan kedalam
log ini seluruh perubahan dan tambahan yang diijinkan terhadap program. Perubahan
dan tambahan yang diijinkan terhadap program harus diperiksa internal auditor
untuk memeriksa kesesuaian dengan prosedur perubahan yang disarankan.
G. PERLINDUNGAN DARI KERUGIAN ATAU
PERUBAHAN YANG TIDAK DIHARAPKAN TERHADAP DATA ATAU PROGRAM
1. Log (catatan) perpustakaan,
memperlihatkan pergerakan dari file data, program,
dan dokumentasi yang digunakan dalam pemrosesan atau aktivitas lainnya.
2. Log transaksi, mencatat
transaksi individual ketika transaksi itu dimasukkan ke dalam sistem on-line
untuk pemrosesan. Log ini memberikan jejak audit dalam sistem pemrosesan online. Termasuk
dalam log ini adalah tempat pemasukan transaksi, waktu dan data yang
dimasukkan, nomor identifikasi orang yang memasukkan data, kode transaksi, dan
jumlah. Perangkat lunak sistem juga meminta nomor transaksi. Secara
teratur daftar log transaksi ini harus dicetak.
3. Tombol perlindunganàpada 3 ½ floppy
disk
4. Label file
5. Memori hanya-baca (Read -Only
Memory)
6. Penguncian (lockout), merupakan
perlindungan khusus yang diperlukan untuk melindungi basis data/database,
karena beragam pengguna dan program biasanya mengakses data secara bergantian
dan terus menerus. Penguncian mencegah dua program mengakses data secara
bersamaan. Akibatnya, satu program harus ditunda sampai program lain selesai
mengakses. Jika kedua program diijinkan untuk memutakhirkan record yang
sama, maka satu data dapat dicatat berlebihan dan hilang.
H. PEMULIHAN DAN REKONSTRUKSI DATA YANG
HILANG
1. Program
pencatatan vital, yaitu program yang dibuat untuk mengidentifikasi dan
melindungi catatan komputer dan nonkomputer yang penting untuk operasi
perusahaan, seperti catatan pemegang saham, catatan karyawan, catatan
pelanggan, catatan pajak dan bursa, atau catatan sediaan.
2. Prosedur backup dan
rekonstruksi. Backup merupakan tindasan (copy)
duplikasi dari dokumen, file, kumpulan data, program dan
dokumentasi lainnya yang sangat penting bagi perusahaan. Prosedur rekonstruksi
terdiri dari penggunaanbackup untuk mencipta ulang data atau
program yang hilang.
BAB III
CONTOH KASUS KEAMANAN INFORMASI DALAM PEMANFATAN TEKNOLOGI
INFORMASI PADA PT INDOSAT
Maraknya berbagai serangan virus terhadap software komputer
membuatkhawatir sejumah pihak. Utamanya bagi sektor perbankan, pemerintahan,
hingga e-commerce. Dari virus yang diinjeksikan ke dalam sistem komputer,
korban dari parahacker bisa mengalami kerugian besar, seperti transaksi palsu
atau kehilangan datapenting.
Menyikapi hal tersebut, Indosat Ooredoo menjadi salah satu
perusahaantelekomunikasi yang menyediakan layanan sekuritas siber bagi
pelanggankorporasi/enterprise. Layanan ini tergolong dalam Managed Security
Services.Teknologi dari layanan sekuritas ini meliputi Threat Intelligence,
Network Security,Cloud Security, Data Security, Security Services, dan Endpoint
Security.
"Threat Intelligence berfungsi sebagai referensi panduan
untuk mengetahuikondisi IT dalam menangani insiden-insiden yang ada dan
dilakukan tahapananalisa," kata Group Head Business Products Indosat
Ooredoo, Budiharto, dikantornya, Jakarta, Senin (29/5/2017).
Sementara Network Security berf ungsi
untuk menyempurnakan sisikeamanan dari perangkat network yang digunakan,
seperti memaksimalkan fungsi &fitur firewall, proxy, & UTM. Sedangkan
Cloud Security akan memaksimalkan fungsiAnti Virus Server dan Next Gen Firewall
yang berhubungan dengan keamanan jalurtransaksi data dan Sistem Operasi yang
disimpan di Cloud.
"Data Security berhubungan dengan keamanan data yang
disimpan dandigunakan perusahaan. Kemudian Security Service merupakan layanan
untukmemberikan bantuan analisa terhadap masalah keamanan data" terangnya
lagi.
Terakhir, layanan Endpoint Security adalah layanan yang
berhubunganlangsung dengan sistem operasi yang terdapat di komputer end
user/karyawan.Layanan ini dinilai ampuh untuk menangkal serangan ransomware
WannaCrymaupun Petya karena berkaitan dengan sistem operasi dijalankan di
komputer user,seperti Windows.
"Indosat Ooredoo menyediakan antivirus sebagai layanan
Endpoint Securityyang mampu mendeteksi malware dan ransomware untuk server dan
PC. Jika adasatu perintah tidak dikenali bisa dideteksi di sini," tambah
Budiharto.
Enam layanan ini akan dioperasikan secara bersamaan dan di
pantau melaluiSecurity Operation Center (SOC).
"Selain teknologi berupa software dan hardware, serta
proses pengecekanrutin. Kita juga mempunyai people (SDM) yaitu orang-orang ahli
dan tersertifikasi dibidang security cyber" ujar Budiharto.
Pemanfaatan Data Security untuk pendeteksian & penanganan
celah. Kendatidemikian, sebelum menganalisis masalah lebih jauh ke dalam sistem
IT perusahaan,Indosat Ooredoo dalam lingkup data security menawarkan layanan
teknologi CleanServer yang disebut dengan Vulnerability Management System
(VMS).VMS merupakan layanan berbasiskan Cloud yang memberikan diagnoseterhadap
celah–celah keamanan yang terdapat di dalam Sistem Operasi (OS),aplikasi, dan
perangkat IT secara real time yang terhubung dengan jaringaninfrastruktur
internal maupun eksternal.
"Melalui VMS bisa ketahuan celah apa saja yang terbuka dan
bagian manasaja yang perlu diperbaiki. Nanti laporannya berbentuk grafik,"
ucap Budiharto.Objek yang dijadikan target untuk pengecekan VMS adalah
perangkat ITyang memiliki IP Address dan OS, yang secara umum hal itu
didefinisikan sebagaimesin server. Setelah hasil analisa keluar kemudian tim
Indosat Oredoo akanmemberikan rekomendasi terbaik untuk melakukan
langkah-langkah preventifterhadap celah-celah yang ditemukan serta pelanggan
akan mendapatkan treatmentsecurity sesuai kondisi di lapangan.Keunggulan VMS
ini mampu melakukan scanning server ber-IP Public tanpaharus menambah suatu
agent (aplikasi berukuran kecil yang di-install di mesin server) Kemudian dapat
mencegah terjadinya serangan-serangan hacker sebelumterjadinya ancaman karena
selalu dimonitor dari sisi server (OS, aplikasi, database).
Sampai saat ini beberapa perusahaan sudah melakukan kontrak
denganIndosat Ooredoo Business untuk menangani security IT-nya . Mereka berasal
darisektor perbankan, keuangan, asuransi, manufaktur sampai
pertambangan.Pelayanan sekuritas prima ini tak lepas dari pengalaman
bertahun-tahunIndosat Ooredoo. Perusahaan yang semula hanya bergerak di
bidangtelekomunikasi ini menyadari pentingnya berbagi pengalaman security
Cyberkepada pihak lain."Kita menggunakan informasi sekuriti yang sangat
kompleks. Daripengalaman kami mengelola jaringan telekomunikasi ini kami punya
ide dankemampuan untuk masuk ke dalam security. Kita bisa juga berikan berbagai
layananserver seperti data center dan cloud yang sudah embed dengan
security," tutupGroup Head Business Product Indosat Oredoo, Budiharto.
KESIMPULAN
Dalam dunia komunikasi data global dan perkembangan teknologi
informasi yang senantiasa berubah serta cepatnya perkembangan software,
keamanan merupakan suatu isu yang sangat penting, baik itu keamanan fisik,
keamanan data maupun keamanan aplikasi. Perlu kita sadari bahwa untuk mencapai
suatu keamanan itu adalah suatu hal yang sangat mustahil, seperti yang ada
dalam dunia nyata sekarang ini. Tidak ada satu daerah pun yang betul-betul aman
kondisinya, walau penjaga keamanan telah ditempatkan di daerah tersebut, begitu
juga dengan keamanan sistem komputer. Namun yang bisa kita lakukan adalah untuk
mengurangi gangguan keamanan tersebut. Dengan disusunya Makalah ini semoga
dapat memberikan gambaran – gambaran Sistem Keamanan Komputer dan dapat
meminimalisir terjadinya gangguan pada system yang kita miliki serta sebagai
referensi kita untuk masa yang akan datang yang semakin maju dan berkembang.
DAFTAR PUSTAKA
https://keamananinformasi.wordpress.com/2012/09/04/definis-keamanan-informasi/
Putra, Y. M.,
(2018). Informasi dalam Praktik. Modul Kuliah Sistem Informasi
Manajemen. FEB-Universitas Mercu Buana: Jakarta
Putra, Y. M.,
(2019). Analysis of Factors Affecting the Interests of SMEs Using Accounting
Applications. Journal of Economics and Business, 2(3), 818-826.
https://doi.org/10.31014/aior.1992.02.03.129
Komentar
Posting Komentar