IMPLEMENTASI APLIKASI SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA PT.X
ARTIKEL ILMIAH
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
“ IMPLEMENTASI
APLIKASI SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA PT.X”
Yananto Mihadi Putra,S.E.,M.Si.,CMA.

Disusun oleh :
Yustika Putri Priandani (43219110058)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MERCUBUANA
ABSTRAK
Permasalahan
pengambilan keputusan merupakan salah satu permasalahan yang sering ditemui dalam
kehidupan sehari-hari. Salah satu metode penyelesaian permasalahan tersebut
adalah MultipleCriteria Decision Making (MCDM). Dengan perkembangan teknologi,
MCDM dapat diselesaikan dengan bantuan komputer, yaitu melalui Sistem Pendukung
Keputusan (SPK). Metode TOPSIS merupakan salah satu metode penyelesaian
permasalahan pengambilan keputusan multi kriteria yang didasarkan pada konsep
bahwa alternatif terpilih yang terbaik tidak hanya memiliki jarak terpendek
dari solusi ideal positif tetapi juga memiliki jarak terpanjang dari solusi
ideal negatif. Sebuah perangkat lunak SPK multi fungsi menggunakan metode
TOPSIS dibuat untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah pengambilan
keputusan dengan jumlah alternatif dan kriteria yang dinamis sesuai dengan kebutuhan
masing-masing permasalahan. Berdasarkan hasil pengujian perangkat lunak,
perankingan yang dilakukan perangkat lunak SPK – TOPSIS dapat dikatakan akurat
sebab memberikan hasil yang sama dengan perhitungan secara manual. Dengan
adanya perangkat lunak ini, mempermudah para Decision Maker (DM) dalam
menyelesaikan berbagai permasalahan pengambilan keputusan multi kriteria dengan
jumlah alternatif dan kriteria yang berbeda-beda.
BAB I
PENDAHULUAN
Peran
manajer dalam membuat banyak keputusan bertujuan untuk mengatasi masalah.
Penyelesaian masalah dicapai melalui empat tahapan dasar dan mempergunakan
kerangka berpikir seperti model sistem perusahaan yang umum dan model
lingkungan. Dengan mengikuti pendeketan sistem untuk menyelesaikan masalah,
manajer melihat sistem secara keseluruhan.
Ke empat elemen dasar
Proses pemecahan masalah tersebut terdiri atas:
1) standar,
2) informasi,
3) batasan, dan
4) solusi alternatif.
Jika ke-emapat proses
ini diikuti, pemilihan alternatif yang terbaik tidak selalu dicapai melalui
analisis logis saja dan penting untuk membedakan antara permasalahan dan
gejala.
Masalah memiliki
struktur yang beragam dan keputusan untuk menyelesaikannya dapat terprogram
maupun tidak terprogram. Konsep sistem pendukung pengambilan keputusan
(decision support system-DSS) awalnya ditujukan pada masalah-masalah yang
setengah terstruktur. Output DSS yang pertama terdiri atas laporan dan output
dari model matematika. Kemudian, kapabilitas pemecahan masalah kelompok
ditambahkan, diikuti dengan kecerdasan buatan (artifical intellgence) dan
pemrosesan analitis oniline (on-line analytical processing-OLAP).
Model matematika
dapat diklasifikasikan dalam berbagai cara, dan penggunaannya disebut simulasi.
Lembar kerja elektronik (spreadsheet) merupakan alat yang baik untuk membuat
model matematika. Lembar kerja ini dapat digunakan baik untuk model statik dan
dinamik dan membuat manajer dapat memainkan permainan “bagaimana jika”
(what-if-game).
Kecerdasan buatan
dapat menjadi salah satu komponen DSS. Dengan menambahkan basis pengetahuan dan
mesin inferensi, DSS dapat memberikan saran solusi masalah kepada manajer.
Jika groupware
ditambahkan ke DSS, maka DSS tersebut akan menjadi sistem pendukung pengambilan
keputusan kelompok (group decision support system-GDSS). GDSS dapat diletakkan
di beberapa tempat yang berbeda agar kondusif terhadap pemecahan masalah
kelompok.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Sistem
Informasi Manajemen
Sistem
informasi memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah organisasi atau
perrusahaan. Sistem informasi memiliki peran dalam menunjang kegiatan bisnis operasional,
menunjang manajemen dalam pengembilan keputusan, dan menunjang keunggulan
strategis kompetitif.
-
Menunjang kegiatan bisnis
operasional.Mulai dari akuntansi sampai dengan penelusuran pesanan pelanggan,
sistem informasi menyediakan dukungan bagi manajemen dalam operasi kegiatan
bisnis sehari-hari. Ketika tanggapan atau respon yang cepat menjadi penting,
maka kemampuan sistem informasi untuk dapat mengumpulkan dan mengintegrasikan
informasi ke berbagai fungsi bisnis menjadi kritis atau penting.
-
Menunjang untuk pengambilan keputusan.
-
Sistem informasi dapat mengombinasikan
informasi untuk membantu manajer menjalankan bisnis dengan lebih baik,
informasi yang sama dapat membantu para manajer mengidentifikasikan
kecenderungan dan untuk mengevaluasi hasil dari keputusan sebelumnya. Sistem
informasi akan membantu para manajer membuat keputusan yang lebih baik, lebih
tepat, dan lebih bermakna.
-
Sistem informasi yang dirancang untuk
membantu pencapaian sasaran startegis perusahaan dapat menciptakan keunggulan bersaing
di pasar.
B.
Sistem
Pendukung Keputusan
Sistem pendukung keputusan
merupakan suatu sistem interaktif yang mendukung keputusan dalam proses
pengambilan keputusan melalui alternatif–alternatif yang diperoleh dari hasil
pengolahan data, informasi dan rancangan model. Sistem Pendukung Keputusan
merupakan penggabungan sumber–sumber kecerdasan individu dengan kemampuan
komponen untuk memperbaiki kualitas keputusan. Sistem Pendukung Keputusan juga
merupakan sistem informasi berbasis komputer untuk manajemen pengambilan
keputusan yang menangani masalah–masalah semi struktur. Menurut Marakas Suatu SPK memiliki empat
subsistem utama yang menentukan kapabilitas teknis SPK tersebut, yaitu
subsistem manajemen data, subsistem manajemen model, subsistem mesin
pengetahuan (knowledge engine), dan subsistem antarmuka.
Sistem
pengambilan keputusan adalah istem berbasis model yang terdiri dari
prosedur-prosedur dalam pemrosesan data dan pertimbangan untuk membantu manajer
dalam pengambilan keputusan (Irfan Subakti, 2002). Decision Support System (DSS) adalah sistem
berbasis komputer yang terdiri dari 3 komponen interaktif, yaitu:
a.
Sistem bahasa, mekanisme yang menyediakan
komunikasi diantara user dan berbagai komponen dalam DSS.
b.
Knowledge system, penyimpanan knowledge
domain permasalahan yang ditanamkan dalam DSS,baik sebagai data ataupun
prosedur
c.
Sistem pemrosesan permasalahan, link
diantara dua komponen, mengandung satu atau lebih kemampuan memanipulasi
masalah yang dibtuhkan untuk pengambilan keputusan.
Dengan
pengertian sebelumnya dapat dijelaskan bahwa sistem pendukung keputusan bukan
merupakan alat pengambilan keputusan, melainkan merupakan sistem yang membantu
pengambil keputusan dengan melengkapi sebuah informasi dari data yang telah
diolah dengan relevan dan diperlukan untuk membuat keputusan tentang suatu
masalah dengan lebih cepat dan akurat.
Dari
pengertian sistem pendukung keputusan maka dapat ditentukan karakteristik
antara lain :
1. Mendukung
proses pengambilan keputusan, menitikberatkan pada management by
perception.
2. Adanya
interface manusia / mesin dimana manusia (user) tetap memegang control
proses pengambilan keputusan.
3. Mendukung
pengambilan keputusan untuk membahas masalah terstruktur, semi
terstruktur dan tak struktur.
4. Memiliki
kapasitas dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan.
5. Memiliki
subsistem – subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat
berfungsi sebagai kesatuan item.
6. Membutuhkan
struktur data komprehensif yang dapat melayani kebutuhan informasi seluruh
tingkatan manajemen
C. Manfaat penggunaan Sistem Pendukung
Keputusan
Berikut
ini merupakan beberapa
keuntungan penggunaan SPK antara lain adalah sebagai berikut (Surbakti, 2002):
1. Mampu mendukung pencarian solusi dari berbagai
permasalahan yang kompleks.
2. Dapat merespon dengan cepat pada situasi yang tidak
diharapkan dalam konsisi yang berubah-ubah.
3. Mampu untuk menerapkan berbagai strategi yang berbeda
pada konfigurasi berbeda secara cepat dan tepat.
4. Pandangan dan pembelajaran baru.
5. Sebagai fasilitator dalam komunikasi.
6. Meningkatkan kontrol manajemen dan kinerja.
7. Menghemat biaya dan sumber daya manusia (SDM).
8. Menghemat waktu karena keputusan dapat diambil dengan
cepat.
9. Meningkatkan efektivitas manajerial, menjadikan
manajer dapat bekerja lebih singkat dan dengan sedikit usaha.
10. Meningkatkan produktivitas analisis.
D.
Tahapan Penggunaan Sistem Pendukung Kepputusann
Tahapan
dalam sistem pendukung pengambilan keputusan Menurut Simon, proses
pengambilan keputusan meliputi tiga fase utama yaitu inteligensi, desain, dan
kriteria. Ia Kemudian menambahkan fase keempat yakini implementasi (Turban,
2005).
1.
Fase Inteligens
Intelegensi
dalam pengambilan keputusan meliputi scanning (Pemindaian)
lingkungan, entah secara intermiten ataupun terus-menerus. Inteligensi mencakup
berbagai aktivitas yang menekankan identifikasi situasi atau peluang-peluang
masalah. Tahapan dalam fase intelegensi antara lain identifikasi masalas
(peluang), klasifikasi masalah, dan kepemilikan masalah.
2.
Fase Desain
Fase
desain meliputi penemuan atau mengembangkan dan menganalisis tindakan yang
mungkin untuk dilakukan. Hal ini meliputi pemahaman terhadap masalah dan
menguji solusi yang layak. Tahapan dalam fase intelegensi antara lain memilih
sebuah prinsip pilihan, mengembangkan (menghasilkan) alternatif-alternatif, dan
mengukur hasil akhir.
3.
Fase Pilihan
Pilihan
merupakan tindakan pengambilan keputusan yang kritis. Fase pilihan adalah fase
di mana dibuat suatu keputusan yang nyata dan diambil suatu komitmen untuk
mengikuti suatu tindakan tertentu. Batas antara fase pilihan dan desain sering
tidak jelas karena aktivitas tertentu dapat dilakukan selama kedua fase
tersebut dank arena orang dapat sering kembali dari aktivitas pilihan ke
aktivitas desain. Sebagai contoh, seseorang dapat menghasilkan alternatif baru
selagi mengevaluasi alternatif yang ada. Fase pilihan meliputi pencarian,
evaluasi, dan rekomendasi terhadap suatu solusi yang tepat untuk model. Sebuha
solusi untuk sebuah model adalah sekumpulan nilai spesifik untuk
variabel-variabel keputusan dalam suatu alternatif yang telah dipilih.
4.
Fase
Implementasi
Pada hakikatnya implementasi
suatu solusi yang diusulkan untuk suatu masalah adalah inisiasi terhadap hal
baru, atau pengenalan terhadap perubahan. Definisi implementasi sedikit rumit
karena implementasi merupakan sebuah proses yang panjang dan melibatkan
batasa-batasan yang tidak jelas. Pendek kata, implementasi berarti membuat
suatu solusi yang direkomendasikan bisa bekerja, tidak memerlukan implementasi
suatu sistem komputer.
E.
Implementasi Sistem Pengambilan Keputusan
Konsep
sistem pengambilan keputusan apabila diterapkan pada perusahaan Anda akan
berjalan efektif karena manajer jadi lebih efesien dalam mencari solusi untuk
setiap masalah yang ada. Dalam setiap pemecahan masalah dibutuhkan konsumsi
antar pihak terkait. Dengan adanya sistem pengambilan keputusan akan memudahkan
manajer untuk berkomunikasi dengan pidak terkait, sehingga diskusi kelompok
tetap terfokus pada masalah yang dibicarakan, dan waktu tidak terbuang sia-sia.
Ekstra waktu yang dimiliki dapat digunakan untuk mendiskusikan masalah secara
lebih mendetail, sehingga didapatkan definisi masalah yang lebih baik. Atau,
ekstra waktu yang dimiliki dapat digunakan untuk mengidentifikasi alternatif-alternatif
yang sebelumnya tampak tidak mungkin. Evaluasi alternatif yang lebih banyak
akan meningkatkan kesempatan mendapatkan solusi yang lebih baik.
Dalam
prakteknya, pemanfaatan teknologi informasi (DSS) dalam pengambilan keputusan
menjadi alternatif yang tepat dalam memecahkan solusi permasalahan yang terjadi
pada perusahaan dikarenaka konsep sistem pendukung pengambilan keputusan
(decision support system-DSS) awalnya ditujukan pada masalah-masalah yang
setengah terstruktur. Output DSS yang pertama terdiri atas laporan dan output
dari model matematika. Selain itu dengan menambahkan basis pengetahuan dan
mesin inferensi, DSS dapat memberikan saran solusi masalah kepada manajer.
DSS
yang diterapkan pasa suatu perusahaan tentunya diperlukan adanya pengembangan.
Pengembagan tersebut dapat dilakukan dengan melakukan evaluasi efektifitas
pemanfaatan sistem melalui pengamatan dan penilaian kinerja sistem, apakah sistem
tersebut bekerja dengan baik atau tidak, apakah sistem tersebut dapat memberikan
manfaat atau tidak, atau dengan cara mencari tahu hal-hal yang dapat
memperlambat kinerja sistem dan bagaimana cara mencegah hal tersebut terjadi.
Sebagai pengguna sistem dalam membantu proses pengembangan kita dapat
mengumpulkan dan menunjukan dokumentasi mengenai kelemahan sistem untuk
didiskuikan dengan manajer yang lebih ahi terhadap sistem dan jika
diperkenankan memberikan saran untuk mengatasi kelemahan sistem.
F.
Pembuatan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Untuk
Proses Kenaikan Jabatan Dan Perencanaan Karir Pada Pt. X
Pengisian
jabatan yang kosong pada proses kenaikan jabatan sering mengalami kesulitan
karena pengajuan calon kandidat yang bisa menempati jabatan tersebut dengan
cara pencocokan profil karyawan dan profil jabatan kurang terdefinisi dengan
baik. Untuk meminimumkan kendala tersebut diperlukan suatu sistem pendukung
keputusan yang dapat menganalisa beberapa karyawan yang sesuai dengan profil
jabatan yang ada.Sistem pendukung keputusan untuk proses profile
matching dan analisis gap ini dibuat berdasarkan data dan norma-norma SDM yang
terdapat di PT. X. Proses Profile Matching dilakukan untuk menentukan
rekomendasi karyawan dalam Sistem Kenaikan Jabatan dan Perencanaan Karir
berdasar pada 3 aspek yaitu Kapasitas Intelektual, Sikap Kerja dan Perilaku.
Hasil
dari proses ini berupa ranking karyawan sebagai rekomendasi bagi pengambil
keputusan untuk memilih karyawan yang cocok pada jabatan yang kosong tersebut.
Software ini dibuat dengan menggunakan Microsoft Access 2000 untuk database dan
Borland Delphi 5 sebagai compiller-nya.Dari hasil implementasi sistem,
disimpulkan bahwa dengan penggunaan software ini dapat membantu proses
pengambilan keputusan terhadap profile matching proses kenaikan jabatan dan
perencanaan karir di PT. X.
Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan, Profile
Matching, Kenaikan Jabatan, Perencanaan Karir, Analisis Gap, Sistem Informasi
KESIMPULAN
Sistem
pendukung keputusan merupakan suatu sistem interaktif yang mendukung keputusan
dalam proses pengambilan keputusan melalui alternatif–alternatif yang diperoleh
dari hasil pengolahan data, informasi dan rancangan model. Konsep sistem pengambilan
keputusan apabila diterapkan pada perusahaan Anda akan berjalan efektif karena
manajer jadi lebih efesien dalam mencari solusi untuk setiap masalah yang ada.
Dalam setiap pemecahan masalah dibutuhkan konsumsi antar pihak terkait. Dengan
adanya sistem pengambilan keputusan akan memudahkan manajer untuk berkomunikasi
dengan pidak terkait, sehingga diskusi kelompok tetap terfokus pada masalah
yang dibicarakan, dan waktu tidak terbuang sia-sia. Ekstra waktu yang dimiliki
dapat digunakan untuk mendiskusikan masalah secara lebih mendetail, sehingga
didapatkan definisi masalah yang lebih baik. Atau, ekstra waktu yang dimiliki
dapat digunakan untuk mengidentifikasi alternatif-alternatif yang sebelumnya
tampak tidak mungkin. Evaluasi alternatif yang lebih banyak akan meningkatkan
kesempatan mendapatkan solusi yang lebih baik.
DAFTAR
PUSTAKA
Putra, Y. M., (2018).
Sistem Pengambilan Keputusan. Modul Kuliah Sistem Informasi
Manajemen. FEB-Universitas Mercu Buana: Jakarta
Putra, Y. M., (2019).
Analysis of Factors Affecting the Interests of SMEs Using Accounting
Applications. Journal of Economics and Business, 2(3),
818-826. https://doi.org/10.31014/aior.1992.02.03.129
http://jurnalinformatika.petra.ac.id/index.php/inf/article/view/15837
Komentar
Posting Komentar